Wednesday, May 6, 2009

Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar

                    By: Kang Salim

Ada sebuah parodi dalam perbincangan di antara teman-teman saya, “saat ini bangsa setan melakukan konferensi untuk membicarakan tentang eksistensinya di dunia”, kata teman saya. “mengapa?” tanya saya. Teman saya dengan tertawa sinis menjawab, “bangsa setan bingung karena karakter bangsa manusia sekarang sudah melebihi bangsa setan, sehingga mengancam eksistensi setan di dunia ini”.

Parodi tersebut menggambarkan kekecewaan mengenai bagaimana sesaknya dunia ini yang dipenuhi oleh pribadi-pribadi manusia yang sudah berevolusi menjadi pribadi lain yang mendekati kepribadian setan. Terlihat dalam kehidupan sehari-hari bagaimana media massa tidak pernah sepi dari berita tentang kekejaman manusia, seperti pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan lain-lain.

Di zaman seperti ini, betapa butuhnya manusia untuk mempopulerkan ajaran mengenai kepribadian yang dibawa oleh para nabi dan rasul (akhlak profetik). 

Di antara hikmah diutusnya rasul dari kalangan manusia (bukan dari kalangan jin atau malaikat) adalah bahwa makhluk hidup dari bangsa manusia memungkinkan baginya untuk menjadi pribadi seperti rasul, meskipun untuk menyamainya adalah hal yang mustahil sebab pintu kerasulan telah ditutup dan karena mengangkat seseorang menjadi rasul adalah hak prerogatif allah.

Rasul terakhir, Muhammad saw sebangsa dengan kita sebagai manusia. Ini berarti memungkinkan bagi kita untuk memiliki kepribadian yang mendekati beliau. Bahkan jalan menuju ke sana telah dibuka lebar-lebar, sebab seorang rasul mempunyai sifat tabligh (menyampaikan risalah), sehingga mustahil baginya untuk menyembunyikan (kitman) risalah dari Allah saw. Segala sesuatu yang dilakukan oleh Rasulullah telah terakam dalam al-Qur`an dan sunnah.

Ketika kita membaca dalam sejarah bahwa Rasulullah adalah pribadi yang teguh, ikhlas, dan tegar dalam menghadapi segala macam cobaan hidup, misalnya, hal ini bisa dicari rahasia dibaliknya. Dalam hal ini Aisyah pernah mengatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah al-Qur`an, yang berarti bahwa kandungan dan penghayatan atas ayat-ayat al-Qur`an membentuk akhlak Rasulullah.

Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah mengenai ajaran rasulullah yang sangat sederhana namun berpotensi sangat besar dalam membentuk kepribadian seseorang, yaitu sebuah ajaran untuk mengamalkan bacaan subhanalah, alhamdu lillah dan allah akbar sebanyak 33 kali seusai menjalankan sholat lima waktu.

Pengulangan sebanyak 33 kali tersebut akan mempunyai efek psikologis dalam diri kita. Sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Stephen R. Covey, “Taburlah gagasan, petiklah perbuatan, taburlah perbuatan petiklah kebiasaan, taburlah kebiasaan, petiklah karakter, taburlah karakter, petiklah nasib”, mengucapkan dzikir tersebut akan mempunyai efek psikilogis dalam membentuk kepribadian pelakunya. Ungkapan senada juga ditemukan dalam bahasa arab, "al-`adah thab`un tsani" (kebiasaan adalah tabiat kedua).

Dengan demikian dapat dimengerti bahwa maksud dan tujuannya rutinitas dzikir dengan kalimat dan hitungan tertentu tersebut adalah supaya kata-kata itu tertanam dalam jiwa sehingga menjadi ruh dalam setiap perbuatan pelakunya. Syaratnya, hal itu musti dilakukan dengan penuh penghayatan, bukan hanya sekedar lip service atau asal-asalan. Tulisan ini akan membicarakan mengenai penghayatan atas amalan rutin tersebut.

“subhanallah, alhamdu lillah, allahu akbar”

Subhanallah maha suci allah…

Betapa hari hari manusia banyak disibukkan oleh hal-hal yang tidak suci; tidak suci dalam perbuatan, perkataan dan tidak suci dalam pola pikiran, sehingga perlu disucikan.

Subhanallah….maha suci Allah…. 
betapa mendesaknya bagi manusia untuk belajar tentang ke-mahasuci-an Allah.....sebagaiamana disabdakan oleh rasulullah,"berakhlaklah dengan akhlaq Allah".

Perlu rasanya kita merenung bahwa dengan mensucikan diri akan menuntun semua yang berhubungan dengan kita menjadi suci; pekerjaan kita, pergaulan kita, pikiran kita, semuanya akan menjadi suci...selanjutnya yang akan terjadi adalah kebaikan dan ketentraman disekeliling kita…rahmat bagi sekeliling kita…rahmat bagi dunia.

Alhamdu lillah....segala puji bagi allah...
Segala puji berarti pujian dengan berbagai macamnnya hanyalah milik Allah. Seandainya kita sebagai manusia mendapat pujian, pada hakikatnya itu adalah milik Allah, karena Allah telah memberikan kita kemampuan untuk melakukan suatu perbuatan yang menyebabkan kita mendapat pujian. Allah maha kuasa, sehingga memungkinakan baginya untuk memberikan atau menimpakan sesuatu kepada kita sehingga kita berhasil atau gagal dalam melakukan perbuatan.

Betapa mendesaknya bagi kita sebagai manusia untuk belajar menghayati makna dari alhamdu lillah ini... terutama di tengah lautan manusia yang haus akan pujian...di tengah kerumunan manusia yang berlomba-lomba untuk menonjolkan dirinya di depan orang lain atau di depan atasannya untuk mendapatkan pujian....

Alhamdu lillah, segala puji milik allah...segala sesuatu yang kita terima adalah dari Allah karena allah yang telah mengizinkan hal itu ada pada kehidupan kita...dengan penghayatan mendalam atas hal ini akan menjadikan hati kita lega dan tidak terikat dengan segala sesuatu yang ada di sekitar kita; harta kita, keluarga kita...semua itu adalah milik Allah yang dipinjamkan kepada kita...sehingga ketika sang pemilik yang sejati (Allah) memintanya kembali dari tangan kita, kita merasa lega melepasnya.

Manusia modern, yang sering dibutakan oleh hal-hal yang bersifat materi mungkin sulit untuk menerima hal ini...pikiran manusia modern sudah diracuni dengan orientasi yang bersifat materi...segala seusuatu diukur dengan materi...kesuskesan pun sering dikaitkan dengan melimpah ruahnya materi....alhamdu lillah akan menyadarkan manusia bahwa segala sesuatu tidak lepas dari campur tangan Allah…sehingga Dia layak mendapat pujian…


Allah akbar....Allah maha besar…
Inilah formula jitu untuk menghadapi kehidupan modern seperti sekarang ini. Allahu akbar...allah maha besar...berarti segala sesuatu menjadi kecil, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Allah. Ini adalah prinsip yang benar dalam hidup...sehingga segala sesuatu ketika dihadapkan dengan prinsip akan kehilangan nilai kebesarannya. Dengan prinsip allahu akbar, Allah maha besar, dunia akan menjadi kecil jika tidak dihubungkan dengan Allah...

Untuk menjadikan sesuatu menjadi berarti harus dikaitkan dengan allah, sehingga dengan ini sesuatu akan menjadi berarti...inilah maksud dari sabda rasulullah "segala sesuatu yang tidak dimulai dengan meyebut nama allah akan terputus (tidak berkah)".

Sebagai simpulan, ajaran sederhana Rasulullah di atas jika dengan diamalkan dengan penuh kesadaran dan penghayatan pasti akan mempunyai efek luar biasa terhadap hidup kita.

Mari kita mengamalkannya…………….






No comments: